Deteksi gas adalah proses mengidentifikasi dan mengukur konsentrasi gas berbahaya di udara seperti HCHO (Formaldehida), CO (Karbon Monoksida), dan TVOC. Deteksi ini penting karena gas-gas tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia meskipun tidak terlihat atau berbau.
Sensor gas modern memungkinkan pemantauan real-time untuk memberikan peringatan dini dan melindungi kesehatan keluarga.
HCHO (Formaldehida) adalah gas tidak berwarna dengan bau tajam yang digunakan dalam industri pembuatan furnitur, lem, cat, dan bahan bangunan.
Sumber utama di dalam ruangan:
CO (Karbon Monoksida) adalah gas beracun tanpa warna, bau, dan rasa. Sering disebut "silent killer" karena tidak terdeteksi oleh panca indera manusia.
Sumber utama CO:
TVOC adalah total senyawa organik yang mudah menguap dari berbagai sumber seperti cat, pengharum ruangan, pestisida, dan produk pembersih.
Sumber TVOC di rumah:
Sensor gas modern menggunakan teknologi elektrokimia atau semikonduktor (MOS) yang mengubah konsentrasi gas menjadi sinyal listrik.
Proses deteksi:
Data ditampilkan secara real-time dan dapat dipantau melalui dashboard.
| Parameter | Aman | Waspada | Berbahaya |
|---|---|---|---|
| HCHO | < 0.1 ppm | 0.1 - 0.3 ppm | > 0.3 ppm |
| CO | 0 - 9 ppm | 10 - 25 ppm | > 50 ppm |
| TVOC | < 0.5 mg/m³ | 0.5 - 1 mg/m³ | > 1 mg/m³ |
| CO₂ | 400 - 1000 ppm | 1000 - 2000 ppm | > 5000 ppm |
Gunakan tabel ini sebagai panduan untuk membaca data sensor Anda.
Langkah-langkah perlindungan:
Tidak. AQI mengukur partikel (PM2.5, PM10) dan gas umum (O₃, NO₂). Deteksi gas spesifik mengukur HCHO, CO, TVOC untuk keamanan dalam ruangan.
Sensor elektrokimia sebaiknya dikalibrasi setiap 6-12 bulan untuk akurasi optimal. Sensor MOS umumnya lebih stabil.
Sensor LPG/metan khusus diperlukan untuk mendeteksi gas bocor. Sensor HCHO/CO tidak dirancang untuk itu.
Segera buka jendela untuk ventilasi, evakuasi jika perlu, periksa sumber polusi, dan gunakan air purifier.
Standar ambang batas gas mengacu pada: